PEMULIHAN PENGLIHATAN & PENCEGAHAN KEBUTAAN
Pencegahan kebutaan dan operasi katarak merupakan tantangan yang terus berlanjut di Indonesia. Badan Internasional untuk Pencegahan Kebutaan (IAPB) memperkirakan bahwa pada tahun 2020, sekitar 3,7 juta warga Indonesia mengalami kebutaan. Dari jumlah tersebut, 65% atau hampir 2,4 juta orang mengalami kebutaan akibat katarak yang sebenarnya dapat dicegah, sementara 11,5 juta orang mengalami gangguan penglihatan sedang hingga parah. Tantangan ini sangat besar karena sebagian besar dari mereka tidak dapat mengakses perawatan medis spesialis.
Bagi kebanyakan orang Indonesia, biaya operasi katarak jauh melampaui kemampuan finansial mereka, dan mereka tetap buta sepanjang hidup mereka, menjadi beban bagi keluarga dan komunitas mereka.
Untuk memaksimalkan jangkauan layanannya, JFF memiliki berbagai cara dalam menyediakan layanannya.
Program Mata Bali
Tim JFF melakukan kunjungan ke desa-desa di sekitar Bali untuk memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan mata kepada masyarakat. Dalam program satu hari, tim dapat memeriksa hingga 500 orang yang mengalami masalah mata. Kacamata diberikan untuk membantu masalah penglihatan, dan pengobatan mata diberikan kepada mereka yang mengalami infeksi.
Pasien yang menderita kebutaan akibat katarak diidentifikasi dan dioperasi pada hari yang sama di klinik mata mobile JFF yang ikut serta bersama tim. Keesokan harinya, pasien yang telah dioperasi menjalani pemeriksaan pasca operasi, dan mereka beserta keluarga mereka diberikan petunjuk tentang cara merawat mata selama periode pasca operasi.
Tim tersebut juga mengunjungi sekolah-sekolah setempat untuk memeriksa mata para siswa dan memberikan pengarahan tentang perawatan mata.
Pemeriksaan mata mingguan dan sesi operasi dilakukan di Kantor Pusat JFF di Sanur, melayani masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Program Offshore Eye
Tim JFF melakukan perjalanan ke pulau-pulau lain di Indonesia yang memiliki tingkat kemiskinan dan kebutaan akibat katarak yang tinggi. Program-program ini berlangsung selama 3-5 hari, dan tim dapat melakukan skrining terhadap hingga 3.000 orang dengan masalah mata serta melakukan operasi pada 200-300 orang yang menderita kebutaan akibat katarak di klinik mata mobile atau di ruang operasi rumah sakit setempat.
Tim tersebut juga mengunjungi sekolah-sekolah setempat untuk memeriksa mata siswa dan memberikan pengarahan tentang perawatan mata. Program-program ini dilaksanakan bekerja sama dan dengan dukungan dari pemerintah daerah serta Dinas Kesehatan.
Klinik Mata yang Dikelola oleh Pihak Ketiga
JFF bekerja sama dengan klinik mata swasta dan pemerintah di pulau-pulau lain yang menyediakan operasi katarak gratis bagi masyarakat dari kelompok socio-ekonomi rendah, dengan dukungan pasokan alat bedah dari JFF.
Operasi Katarak pada Anak-Anak
JFF juga melakukan operasi katarak pada anak-anak. Operasi ini dilakukan di bawah anestesi umum di ruang operasi rumah sakit di Bali, atau di rumah sakit terdekat dari desa-desa anak-anak tersebut, jika tersedia.
